
NUSANEWS - Sekitar seratus mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Jambi, menggelar aksi unjuk rasa di Simpang IV Bank Indonesia, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (13/9).
Tampak para mahasiswa melakukan orasi. Mahasiswa aliansi terdiri dari Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Jambi, Universitas Jambi dan Universitas Batanghari menyapaikan sejumlah tuntutannya.
Disela aksi unjukrasa, mahasiswa membakar tumpukan dua ban bekas yang kemudian dibakar. Selain itu masa aksi juga membawa replika pocong.
Dalam orasinya mahasiswa mempertanyakan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terus menggila.
![]() |
| Unjuk rasa mahasiswa di Jambi, terkait kondisi perekonomian yang dinilai tidak stabil, karena nilai rupiah yang anjlok dari dollar (tribunjambi/dedy nurdin) |
Mahasiswa menganggap nilai tukar Rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp15 ribu tidak lah baik untuk perekonomian Indonesia.
"Angka psikologis ini akan berimbas pada perekonomian masyarakat dalam jangka panjang," kata mahasiswa dalam rilisnya.
Mahasiswa ini juga mendesak pertanggung jawaban presiden untuk menstabilkan ekonomi.
Mahasiwa juga menuntut presiden Jokowi untuk reformasi hukum yang bebas korupsi.
Tuntutan lainnya adalah agar presiden mencabut perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.
"Jika ini tidak terealisasi, maka jokowi harus mundur," teriak orator aksi.
Aksi unjuk rasa berjalan damai meski mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Usai berorasi, mahasiswa melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Provinsi Jambi. (*)
SUMBER

